Home » , , » Zola Upayakan Solusi Pemenuhan Kebutuhan Listrik Jambi

Zola Upayakan Solusi Pemenuhan Kebutuhan Listrik Jambi

Written By jambipos-online on Thursday, July 20, 2017 | 08:28


Galang Kerjasama dengan UNDP dan BAZNAS 

Jambipos Online, Jambi-Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA terus mengupayakan solusi pemenuhan kebutuhan energi listrik Provinsi Jambi, diantaranya dengan menggalang kerjasama dengan UNDP (United Nations Development Programme), salah satu organ Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berkecimpung dalam program-program pembangunan dan juga dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Zola mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan energi, termasuk didalamnya energi listrik merupakan salah satu prioritas program pembangunan Provinsi Jambi dan akan terus diusahakan secara berkesinambungan. 
 
Hal tersebut dikatakan Zola usai menyaksikan Penandatanganan CSA (Cost Sharing Agreement) BAZNAS dengan UNDP untuk Pengembangan Pembangunan Listrik Tenaga Micro Hydro bagi masyarakat  Provinsi Jambi yang diselenggarakan di rumah dinas Gubernur Jambi, Rabu (19/07/2017) sore.

Zola menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga untuk mendorong perekonomian Provinsi jambi, dimana energi istrik juga sangat penting dalam aktivitas perekonomian sehari-hari.

Zola mengatakan, kondisi pemenuhan energi sesuai dengan RPJMD Provinsi Jambi dan mendukung kebijakan energi nasional pembangunan sektor energi merupakan salah satu prioritas utama Provinsi Jambi sebagaimana tertuang dalam visi Jambi TUNTAS 2021 yang tertuang pada misi ke-5, yaitu meningkatkan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur umum, pengelolaan energi dan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Dari sisi penyediaan energi listrik sesungguhnya kebutuhan Provinsi Jambi sudah cukup terpenuhi, selain melalui pembangkit-pembangkit yang ada juga melalui jaringan interkoneksi Sumatera. Namun demikian, kedepannya perlu dilakukan penambahan sumber energi baru terbarukan mengingat makin meningkatnya kebutuhan energi sebagai dampak peningkatan aktivitas dan mendorong perekonomian daerah," ujar Zola.

“Walaupun kebutuhan kapasitas energi listrik sudah terpenuhi, wilayah Provinsi Jambi masih menghadapi kendala teknis dalam hal pelayanan dimana masih sering terjadi "blackout" atau matinya jaringan listrik. Hal ini sangat dikeluhkan masyarakat, oleh karena itu diperlukan solusi yang tepat dari pihak-pihak terkait," katanya.

 “Kami terus semaksimal mungkin mencarikan upaya karena kami tahu PLN ini memperhatikan seluruh Indonesia, bukan hanya Jambi saja, dan tantangannya juga besar. Oleh sebab itu kami selalu berkoordinasi dengan kementerian tentang potensienergi listrik yang dimiliki Jambi, yakni batubara, gas, yang bisa dijadikan tenaga untuk pembangkit listrik," tutur Zola.

Maka dari itu, Zola mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyambut baik penandatanganan CSA tersebut serta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan upaya dan kerjasama terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan energi di Provinsi Jambi.

“Kami siap mendorong apapun yang dibutuhkan dari pemerintah, dan juga tentu saya disini sebagai Gubernur mewakili juga apabila di kabupaten atau kota tersebut kita juga butuh bantuan dari bupati/walikotanya, saya pun akan memfasilitasi," jelas Zola.

Sementara itu, Wakil Direktur UNDP Indonesia, Francine Pickup menyampaikan bahwa kontribusi Baznas menandai sebuah langkah penting dalam penyaluran dana zakat untuk mencapai SDG untuk pertama kalinya dimanapun di dunia.

“Agenda pembangunan global tahun 2030 adalah rencana ambisius untuk memberantas kemiskinan ekstrem dan zakat memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi berarti dalam memastikan bahwa tidak ada perempuan, laki-laki atau anak yang tertinggal," kata Francine Pickup.

Francine menambahkan bahwa kurangnya akses terhadap lustrik akan menahan masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup mereka dan merupakan kendala utama untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia. "Sekitar 28 juta orang hidup dibawah garis kemiskinan nasional," tambahnya.

Wakil Ketua Komisioner Baznas, Zainulbahar Noor mengatakan bahwa prinsip-prinsip Islam mendukung proses pembangunan yang inklusif secara sosial. "Kontribusi ini merupakan bagian dari visi kami untuk memiliki dampak yang lebih besar terhadap pembangunan di Indonesia yang akan menguntungkan masyarakat termiskin dan paling tidak beruntung di negara ini," katanya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan cinderamata dari Kementerian ESDM kepada Gubernur Jambi dan sebaliknya yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari dan kepada masing masing pihak diantaranya dari UNDP kepada Baznas dan Bank Jambi dan penyerahan cinderamata dari Gubernur Jambi Kepada UNDP dan Baznas.

Penyaluran zakat sejumlah USD 350.000 oleh Baznas adalah untuk mendukung UNDP (United Nations Development Programme) dalam transformasi pasar melalui Market Transformation Through Design and Implementation of Appropriate Mitigation Actions in Energy Sector (MTRE3) yaitu program pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dapat mendukung pengentasan kemiskinan dan pensejahtetaan masyarakat melalui peningkatan akses terhadap energi. 

Program ini dipimpin oleh Ir. Rida Mulyana, M.Sc, Direktur Jenderal Konservasi Energi Terbarukan dan Energi dibawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kontribusi pertama tersebut adalah untuk mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga air mikro di Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Merangin dan Kabupaten Bungo. (JP-Humas)
 
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos