Home » , » Polisi Ungkap Penyeludupan 1.000 Kg Sabu Dari China

Polisi Ungkap Penyeludupan 1.000 Kg Sabu Dari China

Written By jambipos-online on Thursday, July 13, 2017 | 10:53


Tim Gabungan BNN RI dan Dit Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Depok yang berhasil gagalkan penyeludupan 1 ton sabu dari China, foto: istimewa.
Jambipos Online, Banten–Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Dit Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu, dengan melibatkan 4 orang warga negara Taiwan.

Kronologis penangkapan, Tim Gabungan BBN RI melakukan kerjasama  dengan Kepolisian Taiwan bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu dari China ke wilayah Indonesia. Kemudian Tim melakukan penyelidikan selama 2 bulan sejak bulan Juni 2017 hingga melakukan penangkapan di tepi Pantai dekat Hotel Mandalika Serang Banten.

Rincian barang bukti yang berhasil diamankan polisi, 27 kotak berisi sabu di mobil Inova warna gold dan 24 kotak sabu di Inova warna hitam. Total ada 51 kotak sabu yang berhasil diamankan, estimasi 1 karung berat bruto 20 Kg, sehingga total barang bukti diperkirakan mencapai 1.000 Kg atau 1 ton.
Barang Bukti 1 Ton Narkoba.


4 orang tersangka yang berhasil ditangkap, Pertama Lin Ming Hui yang berperan sebagai pengendali , Kedua Chen Wei Cyuan, Ketiga Liao Guan Yu dan Keempat berinisial HYL (masih dalam pencarian ).

Tersangka atas Lin Ming Hui terpaksa ditembak mati, karena melakukan perlawanan saat akan diamankan petugas.

Seperti dilansir dari Detik.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, membenarkan penangkapan sabu tersebut, “Ada 51 karung yang diamankan, estimasi 1 karung berat bruto 20 Kg. Total ada 1 ton, ini akan masih dihitung ulang,” ujarnya.

Penyergapan ini dipimpin langsung, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta, Kapolres Depok Kombes Pol Herry Heryawan, Kombes Pol Made Astawa, AKBP Bambang Yudhantara, AKP Malvino Edward Yusticia, AKP Rosana Albertina Labobar dan Tim lainnya. 

Menkopolhukam Apresiasi Kinerja BNN 

Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengapresiasi kinerja dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. BNN mendapatkan pujian dari Menkopolhukam setelah menunjukkan kinerja terbaik dengan terus melakukan upaya pemberantasan dan pencegahan narkoba.
Wiranto.

Wiranto yang mewakili Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dalam kegiatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017 itu meminta BNN, Polri, dan TNI bersinergi dengan masyarakat dan pihak swasta dalam melakukan kegiatan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba.

"Saya mewakili bapak Presiden Joko Widodo meminta maaf karena ketidakhadiran pak Jokowi. Beliau sedang ada kunjungan kerja di Indonesia Timur, dan menitipkan salam kepada peserta HANI 2017, dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan pesan dari bapak Jokowi," ujar Wiranto di panggung utama Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta Timur pada Kamis (13/7/2017) pagi, seperti dikutip dari SuaraPembaruan.com.

Apresiasi disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi kepada BNN dan instansi terkait dalam mengungkap dan menyita barang bukti 1 ton sabu di wilayah Banten beberapa waktu lalu.

"Sabu-sabu 1 gram bisa buat teler 5 orang. 1 ton itu artinya bisa menyelamatkan 5 juta masyarakat Indonesia, apresiasi tinggi dari bapak Presiden kepada seluruh petugas aparat," kata Wiranto.

Menurutnya, kejahatan narkotika sebagai kejahatan lintas negara terorganisir, peredaran narkoba tidak hanya bisnis ilegal tapi juga untuk membiayai terorisme, berkaitan dengan perdagangan orang.

"Ribuan orang di seluruh dunia setiap tahun terjerumus dan terjebak di ketergantungan narkoba. Narkoba juga dijadikan alat untuk menjatuhkan suatu bangsa, seperti perang Candu di Tiongkok. Pemerintah Indonesia sangat serius menangani narkotika, karena bapak Jokowi melihat kita sudah darurat narkotika dan menyatakan perang terhadap narkoba," tuturnya.

Untuk itu, Penegak hukum seperti BNN, Polri, TNI, Dirjen Lapas, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, harus tegas dan tidak ada kompromi terhadap bandar dan kurir narkoba.

"Pencegahan adalah langkah efektif untuk menjaga kesadaran individu. Mencegah lebih baik daripada mengobati, harus ada sinergi antara seluruh pihak terkait. Pemberantasan dan Rehabilitasi perlu dilakukan berkelanjutan. Saya atas nama Presiden mengucapkan terima kasih kepada BNN, dan apresiasi tertinggi bagi lembaga Pemda untuk memberantas bahaya narkoba," tandas Wiranto.

Dalam kegiatan peringatan HANI 2017 itu juga ditandatangani filateli bekerja sama dengan Pos Indonesia serta ditampilkan pula pertunjukan dan simulasi gerakan anti narkoba yang dilakukan pelajar dan mahasiswa. (JP-03) 
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos