Home » , , , » Depresi, Dosen Muda ITB Ini Bunuh Diri dengan Melompat Ke Jurang

Depresi, Dosen Muda ITB Ini Bunuh Diri dengan Melompat Ke Jurang

Written By jambipos-online on Tuesday, May 16, 2017 | 19:37

Suryo Utomo, dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (ITB) dilaporkan hilang sejak Rabu (10/5/2017).(Dok Istimewa)

Cerita Perjalanan Dosen ITB Suryo Utomo dari Mengantar Sang Ibu hingga Diduga Bunuh Diri 

Jambipos Online, Bandung- Kisah perjalanan hidup terakhir Suryo Utomo (31), salah satu dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (ITB), berawal ketika dirinya tiba-tiba menghilang pada Rabu (10 /5/2017). 

Sebelum menghilang, Suryo sempat mengantar ibu kandungnya, Ika Rini Astuti, menggunakan mobilnya, Toyota Vios warna silver dengan nomor polisi F 1031 DC ke Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung. 

Ibunya berencana naik bus tujuan Bogor. Seusai mengantarkan ibunya, Suryo tidak kunjung kembali kerumah dan hilang kontak. Pihak keluarga pun melaporkan hal itu ke Polrestabes Bandung agar bisa menemukan Suryo. 

Polisi menemukan petunjuk. Mobil Toyota Vios warna silver dengan nomor polisi F 1031 DC milik Suryo ditemukan di Jalan Ciranjang, sebelum masuk Cianjur. "Posisi mobil terakhir di Jalan Raya Cianjur-Bandung Km 209. Tapi korban belum ditemukan," kata Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo. 

Spekulasi hilangnya Suryo bermunculan. Mulai dari penculikan hingga ikut gerakan kelompok radikal. Namun, berdasarkan keterangan dari ibunya, Suryo diketahui memiliki riwayat hilang ingatan. 

"Tapi itu nonmedis," ujar ibu Suryo, Ika Rini Astuti, saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (12/5/2017). Ika menuturkan, riwayat tersebut diderita anaknya sejak April 2017. Namun ia tidak menyebutkan secara rinci perihal penyebab penyakit yang diderita Suryo. 

Hingga akhirnya pada Sabtu (13/5/2017) sore, jasad pria dengan ciri-ciri mirip Suryo Utomo ditemukan di Waduk Cirata, Kampung Jagabaya, Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pihak kepolisian pun segera membawa keluarga dan kerabat Suryo ke RSUD Cianjur, tempat jasad pria mirip Suryo diotopsi. 

Keluarga dan kerabat akhirnya membenarkan jasad pria tersebut adalah Suryo Utomo. Pernyataan keluarga kembali disampaikan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo. 

"Pihak Polres Cianjur langsung melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polrestabes Bandung dan juga melakukan pengecekan ke keluarga korban dan keluarga korban menyatakan bahwa mayat tersebut adalah Suryo Utomo yang hilang," kata Hendro melalui ponselnya, Minggu (14/5/2017) pagi. 

Bunuh diri 

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus merilis hasil otopsi yang dilakukan kepada jasad Suryo Utomo. Yusri Yunus mengatakan, korban meninggal diduga karena bunuh diri. "Dugaan bahwa korban bunuh diri dengan cara meloncat ke jurang dari ketinggian 20 meter," kata Yusri melalui ponselnya, Senin (15/5/2017). 

Lebih lanjut Yusri menyebutkan, jurang tempat korban melompat tidak jauh dari lokasi penemuan mobil milik Suryo Utomo di Ciranjang, Cianjur. 

"TKP meloncat ke jurang tidak jauh dari ditemukannya kendaraan pribadinya," ungkapnya. Hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak RSUD Cianjur, sebut Yusri, menemukan beberapa luka luar dan dalam. 

"Pada bagian kepala ada luka terbuka tapi tidak rata sampai dasar tulang kepala. Di bagian tulang iga dada kiri, tulang iga 1,2,3,4 patah," tuturnya. Kemudian, terdapat sayatan di tangan kiri atas serta patahan di punggung bagian kiri dan kanan. "Di bagian paha kanan patah tertutup. Ada resapan darah di bagian kepala dan dada," ucapnya. 

Wakapolres Cianjur, Kompol Santiadji Kartasasmita mengatakan bahwa saksi yang dimintai keterangan menyebutkan, sebelum bunuh diri, Suryo terlihat seperti orang yang tertekan dan sempat bolak-balik di rest area Citarum. Kendaraan miliknya ditemukan terparkir di tempat tersebut. 

"Saat berbincang-bincang dengan saksi, korban seperti tidak fokus dan sering mondar-mandir ke sejumlah tempat di rest area," kata Santiadji. 

Santiadji kembali menegaskan bahwa hasil otopsi yang dilakukan Instalasi Pemulasaraan Jenazah dan Kedokteran Forensik (IPJKF) RSUD Cianjur menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan atau tindak pidana. 

"Hasil penyelidikan yang kami lakukan dan berdasarkan hasil otopsi dari IPJKF RSUD Cianjur, dapat dipastikan Suryo Utomo tewas akibat bunuh diri. Bahkan hasil tersebut diperkuat dengan keterangan dari beberapa saksi yang ada di sekitar tempat kejadian. Korban diduga mengalami depresi," katanya. Polisi Pastikan Kematian karena Bunuh Diri 

TANGIS HARU - Istri dosen Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB Suryo Utomo sambil menggendong bayinya menangis di depan peti berisi jenazah suaminya seusai disolatkan di Masjid Salman ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Minggu (14/5/2017) malam. Setelah disolatkan teman, kerabat, dan civitas akademika ITB di Mesjid Salman, jenazah bapak satu orang anak ini dimakamkan di TPU Cikutra. Suryo Utomo (30) sebelumnya dinyatakan hilang pada 10 Mei dan akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa oleh anggota Polsek Ciranjang di Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur, Sabtu (13/5/2017) sore.(Tribun Jabar/Gani Kurniawan) 

Polres Cianjur memastikan kematian dosen ITB Suryo Utomo (30) karena bunuh diri. Namun mengenai alasan Suryo bunuh diri hingga kini Polres Cianjur masih melakukan penyelidikan. 

Hal tersebut dikatakan Kapolres Cianjur AKBP Arif Budiman saat ditanya mengenai perkembangan hasil otopsi yang dilakukan pihak forensik atas jenazah Suryo Utomo. 

“Sudah dipastikan kematian dosen ITB itu karena bunuh diri," ujar Arif, Senin (15/5/2017). Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan rangkaian penyelidikan setelah melakukan serah terima jenazah kepada pihak keluarga. 

Jenazah Suryo Utomo diotopsi forensik di Instalasi Pemulasaraan Jenazah Minggu (14/5/2017) pukul 10.00 WIB sampai dengan diberangkatkan ke Bandung pukul 19.30 WIB. Terkait hasil otopsi yang diterima Polres Cianjur dari pihak forensik, pihaknya menemukan beberapa data di antaranya mengenai kondisi luka dan lainnya. 

Pihaknya menerima hasil otopsi pada Minggu (14/5) sekitar pukul 18.00 WIB dengan beberapa kesimpulan. "Pada bagian kepala ada luka terbuka tapi tidak rata sampai dengan dasar tulang kepala," ujarnya, Senin (15/5/2017). 

Lalu ia mengatakan ada bagian luka patah lain di tubuh di antaranya iga dada kiri dan dan tulang iga patah di empat bagian. Pada laporan yang diterimanya, pihaknya juga mengatakan ada luka sayatan di bagian tangan kiri bagian atas. “Di bagian punggung ada patahan tulang punggung kiri dan kanan, di bagian paha kanan patah tulang tertutup," ujarnya. 

Jasad Suryo Utomo yang dilaporkan hilang ditemukan di genangan Cirata tepatnya di Kampung Jagabaya, Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang. Lokasi temuan jenazah tersebut berada sekitar dua kilometer dari temuan mobil Toyota Vios bernomor polisi F 1331 DC di sekitar Jembatan Cirata dengan kunci kontak kendaraan masih tergantung. 

Dari keterangan warga di tempat ditemukanya mobil, Suryo Utomo sempat membeli barang kemudian kembali ke area tak jauh dari lokasi mobil terparkir. Ia sempat bolak-balik di area tersebut. Kepada seorang warga ia mengatakan akan kembali ke Bandung. 

"Belum terlalu malam sekitar pukul 18.00-19.00 ia masih terlihat di sekitar mobil," ujar seorang warga. Warga pun berlalu dan beberapa saat kemudian pemilik mobil tersebut sudah tak terlihat lagi di sekitar jembatan. 

Melompat ke Jurang 

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat merilis hasil otopsi yang dilakukan kepada jasad Suryo Utomo korban diduga melakukan bunuh diri. “Dugaan bahwa korban bunuh diri dengan cara meloncat ke jurang dari ketinggian 20 meter," kata Yusri melalui ponselnya, Senin (15/5/2017). 

Lebih lanjut Yusri menyebutkan, jurang tempat korban melompat tidak jauh dari lokasi penemuan mobil milik Suryo Utomo di Ciranjang, Cianjur. “TKP meloncat ke jurang tidak jauh dari ditemukannya kendaraan pribadinya," ungkapnya. 

Hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak RSUD Cianjur, sebut Yusri, menemukan beberapa luka luar dan dalam. “Pada bagian kepala ada luka terbuka tapi tidak rata sampai dasar tulang kepala. Di bagian tulang iga dada kiri, tulang iga 1,2,3,4 patah," tuturnya. 

Kemudian, terdapat sayatan di tangan kiri atas serta pada bagian punggung terdapat patahan tulang punggung kiri dan kanan. “Di bagian paha kanan patah tertutup. Ada resapan darah di bagian kepala dan dada," ucapnya. 

Mondar-mandir di "Rest Area" Wakapolres Cianjur Kompol Santiadji Kartasasmita mengatakan bahwa saksi yang dimintai keterangan menyebutkan, Suryo terlihat seperti orang yang tertekan dan sempat bolak-balik di rest area Citarum. Kendaraan miliknya ditemukan terparkir di tempat tersebut. 

"Saat berbincang-bincang dengan saksi, korban seperti tidak fokus dan sering mondar-mandir ke sejumlah tempat di rest area," katanya, Senin (15/5/2017). 

Santiadji kembali menegaskan, hasil otopsi yang dilakukan Instalasi Pemulasaraan Jenazah dan Kedokteran Forensik (IPJKF) RSUD Cianjur menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan atau tidak pidana. 

"Hasil penyelidikan yang kami lakukan dan berdasarkan hasil autopsi dari IPJKF RSUD Cianjur, dapat dipastikan Suryo Utomo tewas akibat bunuh diri. Bahkan hasil tersebut diperkuat dengan keterangan dari beberapa saksi yang ada di sekitar tempat kejadian. Korban diduga mengalami depresi," katanya. (JP) 

Sumber: Kompas.com
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos