Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Sebanyak 8.000 Pasien Kanker Serviks Tiap Tahun Meninggal Dunia

Foto bersama pada acara Evaluasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks/Kanker Payudara dengan Pemeriksaan IVA/Sadanis, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (25/4/2017) siang.
Jambipos Online, Jambi-Data rumah sakit sentral Republik Indonesia menunjukkan, terdapat 15.000 pasien baru kenker leher rahim setiap tahunnya, dan 8.000 diantaranya meningggal. Secara statistik, hampir setiap satu jam terdapat satu perempuan yang meninggal akibat kanker leher rahim ini. Perbandingannya, di dunia setiap dua menit meninggal akibat kanker serviks. Sebagian besar kanker serviks atau kanker leher rahim disebabkan oleh penularan Human Papilloma Virus tipe 16 dan 18. 

Hal itu dikemukakan Ibu Negara Republik Indonesia, Hj Iriana Joko Widodo, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Ros Ellyana Prasetyo (Istri Jaksa Agung) dalam acara Evaluasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks/Kanker Payudara dengan Pemeriksaan IVA/Sadanis, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (25/4/2017) siang. 

Disebutkan, saat ini kanker serviks merupakan salah satu jenis kenker yang menyebabkan kematian tingkat teratas pada wanita dibandingkan jenis kanker lainnya. 

Kata Iriana, berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan prevalensi kanker seerviks, salah satunya dengan meningkatkan cakupan pemeriksaan deteksi dini terhadap kanker. Terutama pada sasaran wanita menikah berusia 30–50 tahun, deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan pemeriksaan berkala secara medis. 

Iriana mengungkapkan bahwa dirinya bersama istri Wapres, Hj Mufidah Jusuf Kalla dan OASE Kabinet Kerja telah mencanangkan Gerakan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim sejak dua tahun lalu di Ponorogo dan Makassar. 

“Hari ini dilaksanakan pemeriksaan IVA secara massal di Kalimantas Selatan dan 9 provinsi lainnya, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan kemajuan para wanita Indonesia untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker leher rahim. Deteksi dini membantu untuk mengambil langkah pencegahan ataupun pengobatan apabila diketahui ada gejala kanker leher rahim, tindakan lebih awal kepada pasien tentu dapat membantu mengurangi risiko kematian,” ungkap Iriana. 

“Mari kita periksakan diri deteksi dini kanker leher rahim, untuk mewujudkan Kartini-Kartini Indonesia yang sehat dan kuat,” tutur Iriana. 

Sementara dr Lis Soerachmiati (istri Untung Suseno Sutarjo, Sekjen Kementerian Kesehatan Republik Indonesia) menyatakan, kegiatan ini bagian dari inisiasi Bu Jokowi untuk menolong ibu-ibu terutama di desa, yang jauh dari perkotaan, sehingga pemeriksaan IVA Test bisa di semua Puskesmas di Indonesia. 

“Program ini sudah berjalan dua tahun. Hasilnya, awalnya dari tahun 2007 sampai tahun 2014, hanya 900.000 perempuan yang diperiksa. Itu dalam kurun waktu 7 tahun. Sekarang dari pencanangan tahun 2014 sampai sekarang sudah 1,3 juta perempuan yang ikut. Tapi targetnya masih jauh dari yang kita inginkan, yakni semua perempaun yang berumur 30 sampai 50 tahun, di Indonesia jumlahnya 34 juta orang,” katanya. 

“Jadi, rata-rata nasional 5,21% yang sudah tercapai, ini masih jauh dari target, tetapi sudah sangat menolong. 1 orang saja terhindar dari kanker itu sudah sangat menolong,” jelas Lis Soerachmiati. (JP-Lee)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar