Home » , , , , , , » (Refleksi HUT Provinsi Jambi ke-60), Infrastruktur untuk Kesejahteraan Rakyat

(Refleksi HUT Provinsi Jambi ke-60), Infrastruktur untuk Kesejahteraan Rakyat

Written By jambipos-online on Wednesday, January 4, 2017 | 22:43



 


 Oleh: Ibnu Ziady MZ, ST, MH

Jambipos Online-Definisi infrastruktur menurut Grigg (1988) adalah sistem fisik yang menyediakan transportasi, pengairan, drainase, bangunan gedung dan fasilitas publik lainnya, yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia baik kebutuhan sosial maupun kebutuhan ekonomi. 

Sedangkan American Public Works Association (Stone, 1974 Dalam Kodoatie,R.J.,2005) mendefinisikan infrastruktur sebagai fasilitas-fasilitas fisik yang dikembangkan atau dibutuhkan oleh agen-agen publik untuk fungsi-fungsi pemerintahan dalam penyediaan air, tenaga listrik, pembuangan limbah, transportasi dan pelayanan-pelayanan similar untuk memfasilitasi tujuan-tujuan sosial dan ekonomi. 

Singkatnya infrastruktur adalah sekumpulan fasilitas yang sengaja disediakan untuk mendukung aktivitas masyarakat. Dalam sudut pandang Islam, infrastruktur merupakan suatu media untuk menegakkan kemaslahatan  dan kesejahteraan masyarakat  (sharia compliance).

Infrastruktur berperan penting sebagai penunjang pembangunan karena ia mempunyai peran vital dalam mewujudkan pemenuhan hak dasar rakyat seperti pangan, sandang, papan, rasa aman, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. 

Dengan demikian, dapat dikatakan infrastruktur adalah modal esensial masyarakat yang memegang peranan penting dalam mendukung ekonomi, sosial-budaya, dan kesatuan dan persatuan yang mengikat dan menghubungkan antar daerah.
Gubernur Jambi H Zumi Zola bersama Jajaran PU Provinsi Jambi meninjau jalan di Muarojambi.
Dalam sudut pandang ekonomi kontribusi infrastruktur dalam pembangunan adalah untuk mengatasi masalah-masalah pembangunan yang meliputi kesenjangan, pengangguran, dan kemiskinan sebagai berikut. (Baca Juga: Meretas Infrastruktur Sebagai Urat Nadi Perekonomian Masyarakat Provinsi Jambi)

Infrastruktur sebagai sarana pra sarana yang mempermudah aksesibilitas dari satu tempat ke tempat lain, akan memberikan kemudahan dalam distribusi pembangunan fasilitas-fasilitas lainnya. Sehingga, pemerataan pembangunan dalam hal apapun menjadi lebih mudah. Hal ini memiliki efek domino dan multiplier bagi penyelesaian masalah pengangguran dan kemiskinan. 

Ketika akses mudah, insentif untuk membangun usaha meningkat karena kemungkinan untuk sukses lebih besar. Adanya usaha-usaha baru menciptakan lapangan pekerjaan sehingga pengangguran terkurangi. Terakhir, ketika kesenjangan dan pengangguran teratasi, maka kemiskinan dapat berangsur menurun.

Singkatnya, infrastruktur berperan penting dalam penanggulangan masalah masyarakat sehingga tercapai pembangunan. Pembangunan itu sendiri merupakan pencapaian kesejahteraan (kemaslahatan) bagi masyarakat secara merata.

Pembangunan infrastruktur sangat penting untuk diakselerasi saat ini mengingat sektor ini berperan untuk menstimulus dan menggerakkan ekonomi di sektor-sektor lain yang muaranya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di saat ekonomi global yang saat ini mengalami kelesuan. 

Pembangunan infrastruktur akan mendorong sektor-sektor lain tumbuh seperti penyerapan tenaga kerja, infrastruktur energi, pangan, industri manufaktur dan industri penunjang sektor konstruksi lain.

Pemetaan Kebutuhan
Dukungan Infrastruktur Jalan Provinsi Pada Pusat Produksi Pertanian. Kabid Binamarga PU Provinsi Jambi H Arfan saat menunjukkan Peta Pembangunan Jalan kepada Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli.
Pembangunan infrastruktur akan berhasil optimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat kelompok terendah dan mempersempit kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin, manakala pemerintah mampu memetakan kebutuhan masyarakat dalam menjalankan roda kegiatan ekonomi, terutama di daerah. 

Hal ini disebabkan setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing, baik dari sisi kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kapasitas institusi.

Pemetaan kebutuhan di tiap daerah itu perlu dilakukan guna menentukan jenis infrastruktur yang diperlukan, seperti kebutuhan jalan, jembatan, pasar, perbankan, pelabuhan, irigasi, dan listrik. Penyediaan jenis infrastruktur yang tepat tidak hanya akan mengurangi ketimpangan, tapi juga dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan usaha serta kesempatan kerja.

Sejatinya, pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan lingkaran kemakmuran. Hanmer et al (2000) mengidentifikasi sejumlah faktor positif dari keberadaan infrastruktur, seperti turunnya biaya operasional kegiatan ekonomi, meningkatnya volume kegiatan ekonomi, turunnya biaya input usaha, meningkatnya modal manusia, terbukanya peluang kegiatan ekonomi baru, dan kesempatan berusaha dan bekerja.
Pembangunan Jalan Beton di Lintas Timur Sumatera Provinsi Jambi.
Studi yang dilakukan Sun (2013) di sejumlah negara ASEAN menunjukkan pembangunan infrastruktur menghasilkan efek ganda, yakni penurunan kemiskinan dan pertumbuhan secara inklusif.

Keuntungan ganda tersebut diperkirakan dapat terwujud karena pembangunan infrastruktur dapat menggerakkan aspek kesempatan promosi terhadap sumber daya alam dan sumber daya manusia, menurunkan kerentanan terhadap krisis, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi. 

Pada sisi modal manusia, pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan kesempatan kerja dan produktivitas (Brenneman and Karf, 2002).

Namun, kegagalan dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat atas jenis infrastruktur yang diperlukan, pembangunan infrastruktur tidak akan berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Terobosan dalam Pembangunan Infrastruktur

Infrastruktur sangat penting dalam menyediakan pelayanan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup. Pendekatan dalam penyediaan infrastruktur selama ini umumnya masih terpusat, berbasis teknik, dan sering gagal dalam memenuhi tujuan pembangunan sosial ekonomi. 

Untuk meningkatkan manfaat pengadaan infrastruktur, diperlukan perubahan paradigma menjadi pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi ataupun bisnis. 

Perubahan paradigma ini hanya bisa didapat dengan solusi-solusi yang mutakhir, di samping itu juga dipandu oleh prinsip kesetaraan dan keadilan yang ditujukan untuk keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. 

Untuk mencapai hal itu, dibutuhkan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengenali masalah infrastruktur, mengidentifikasi potensi dan sumber daya, serta menyusun perencanaan dan solusi teknis alternatif.

Adanya beberapa kegiatan yang mengalami hambatan dalam pelaksanaannya selama bertahun-tahun belakangan ini yang disebabkan oleh permasalahan non teknis, berkaitan dengan permasalahan pembebasan lahan dan lain sebagainya dibutuhkan suatu langkah terobosan melalui solusi-solusi yang tak lazim, atau out of the box. 

Dengan program-program yang out of the box tersebut yang disertai dengan prinsip menjalankan amanah serta tugas semaksimal mungkin dengan benar, tulus dan ikhlas. 

Untuk  menyelesaikan permasalahan tersebut saat ini dibutuhkan aparatur birokrasi pemerintahan yang handal, professional, adaptif, berintregritas, berkinerja tinggi, mampu melayani public, netral, berdedikasi serta memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara. 

Sehingga secara langsung akan berdampak significan terhadap upaya untuk mewujudkan visi misi JAMBI TUNTAS 2021 sebagaimana yang sama-sama kita harapkan, semoga!!! Dirgahayu Jambi-ku, Jayalah Negeri-ku... (Penulis adalah PNS di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos