Home » , , , » Melirik Malam Pesona Budaya Melayu Jambi

Melirik Malam Pesona Budaya Melayu Jambi

Written By jambipos-online on Saturday, January 7, 2017 | 06:21



Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA berdecak kagum melihat penampilan keragaman Seni Budaya Melayu Jambi yang digelar dalam “Simfoni Anak Negeri”  bertempat di Ratu Convention Center, Kota Jambi, Jumat (6/1/2017) malam.IST
Foto IST FB Anak Melayu Jambi

Foto IST FB Anak Melayu Jambi

Jambipos Online, Jambi-Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA berdecak kagum melihat penampilan keragaman Seni Budaya Melayu Jambi yang digelar dalam “Simfoni Anak Negeri”  bertempat di Ratu Convention Center, Kota Jambi, Jumat (6/1/2017) malam. 

Acara tersebut didukung 80 orang anak-anak daerah Jambi yang punya kemampuan baik dalam seni. Potensi Jambi sebagai Adat Budaya mendapat sambutan dari wisatawan. Tidak menilai budaya dari sisi bentuk, tetapi dari nilai, makna, dan filosofi.

Zumi Zola mengapresiasi seluruh Seniman Jambi yang hingga kini masih eksis dan militan dalam menampilkan kekayaan Seni Budaya Melayu Jambi.

Menurut Zola, selain sebagai salah satu upaya untuk melestarikan seni budaya Melayu Provinsi Jambi, acara tersebut juga dimaksudkan sebagai rangkaian kegiatan dalam Peringatan Ulang Tahun ke-60 Provinsi Jambi, Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Zola mengatakan, negara Indonesia dan Provinsi Jambi juga memiliki kekhasan budaya dan seni, yang sarat nilai dan makna, dan jika dilestarikan dengan sebaik-baiknya, akan membawa manfaat, dan turut menopang jati diri daerah dan negara.

Untuk itu, Zola mengusulkan agar dalam pendidikan di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK harus ada mata pelajaran Kearifan Lokal. Zola mencontohkan, salah satu budaya Jambi adalah Tengkuluk, kain penutup kepala khas Jambi yang dikenakan oleh kaum hawa.

Dikatakan oleh Zola, kelestarian seni budaya merupakan tantangan, terutama bagi generasi muda dan para pelaku seni. “Saya menghimbau bupati dan walikota se Provinsi Jambi untuk berupaya semaksimal mungkin melestarikan budaya daerah masing-masing,” katanya.

Menurut Zola, acara Apresiasi Seni Budaya Melayu Jambi sangat bagus, dan dia mendukung agar acara dilakukan pada setiap peringatan ulang tahun Provinsi Jambi. "Tahun depan, harus ada terobosan ide, sesuatu yang baru yang belum yang dilakukan, untuk ditampilkan, supaya acaranya semakin bagus dan punya daya tarik yang lebih baik lagi," tutur Zola.

Pada kesempatan itu, Zola memberikan Anugerah Penghargaan Seni kepada 2 orang Sesepuh Tokoh Seni Provinsi Jambi, yakni kepada Zulfahmi Ismail, pencipta lagu-lagu daerah Jambi dan Mariam, pelestari "Bajolo", seni berpantun Melayu Jambi.

Zola juga menyerahkan sertifikat Budaya Tak Benda kepada Bupati Kerinci, Walikota Sungai Penuh, Penjabat Bupati Sarolangun, Cek Rusli, penerus Keturunan Musik Kromomg Mandiangin, dan Bupati Bungo, yakni sertifikat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia atas Budaya Tak Benda dari daerah tersebut.

Ketua Panitia, Kepala Taman Budaya Jambi, Dr.Sri Purnama Syam,SST,M.Sn menyampaikan, inti dari acara Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi adalah memberikan apresiasi dengan sepenuh hati terhadap kekayaan seni budaya Provinsi Jambi.

Disebutkan, pada tahun 2016, 6 karya budaya Jambi memperoleh Sertifikat Budaya Tak Benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dan total mulai tahun 2013 sampai tahun 2016 meraih 18 Sertifikat Budaya Tak Benda, terbanyak kedua se Indonesia, suatu prestasi yang sangat membanggakan bagi Provinsi Jambi.

“Sertifikat budaya tak benda merupakan pengakuan secara resmi yang juga berpengaruh positif terhadap pelestarian budaya. "(Dalam pelestarian budaya) Kita berpacu dengan waktu, berpacu dengan hari, karena seni tradisi terancam punah," ungkap Sri Purnama Syam.

Kata Sri Purnama Syam, Upacara Besale dari Suku Anak Dalam (SAD) sudah masuk daftar tunggu di UNESCO. “Saya dan jajaran dan seluruh pihak terkait telah menyiapkan 15 lagi untuk diajukan memperoleh sertifikat budaya tak benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” katanya. 

Dikatakan, keuntungan jika telah memperoleh sertifikat budaya tak benda, ketika diakui negara, maka negara berperan penting dalam penyelamat dan penyeimbang, dan kalau ada masalah seperti klaim dari pihak (negara) lain, negara yang akan maju.

“Contohnya, Musik Kalinong dari Kabupaten Merangin bukan hanya milik Merangin lagi, sudah diakui di Indonesia dan sudah menjadi milik Indonesia. Acara tersebut didukung 80 orang anak-anak daerah Jambi, dan dia yakin anak-anak Jambi punya kemampuan. Kami berharap wisatawan ke Jambi bisa mendapat wisata budaya dan budaya wisata. “Kita tidak menilai budaya dari sisi bentuk, tetapi dari nilai, makna, dan filosofi," tutur Sri Purnama Syam.

Penampilan tari yang diiringi oleh musik dan lagu daerah Jambi dan Simponi Anak Negeri seperti orkestra, serta penampilan pameran busana motif Jambi karya desainer asli Jambi Deri Dahlan tampil memukau dalam acara tersebut.

Wakil Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj.Sherrin Tharia Zola, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj.Rahima Fachrori Umar, Pejabat Sekda Provinsi Jambi, H.Erwan Malik beserta istri, Kapolda Jambi, Anggota DPD RI Dapil Jambi, Hj.Uteng, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Syahbandar, beserta para undangan lainnya turut hadir dalam acara tersebut. (Lee/ADV)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos