Home » , , » Ketika Sungai Batanghari Jadi “Tong Sampah” Raksasa di Sumatera

Ketika Sungai Batanghari Jadi “Tong Sampah” Raksasa di Sumatera

Written By jambipos-online on Monday, December 19, 2016 | 13:39


Gubernur Jambi Zumi Zola (kiri) turun langsung ke Sungai Tembuku, Sijenjang di wilayah Jambi Timur, dan ikut membersihkan sampah.


Jambipos Online, Jambi - Persoalan pencemaran Sungai Batanghari, Provinsi Jambi belum bisa diatasi hingga saat ini. Pencemaran sungai terpanjang keempat terpanjang di Indonesia itu hingga kini masih tetap tinggi. (Baca: Zumi Zola dan Jajaran PU Provinsi Jambi Goro Bersihkan Sungai Tembuku Sijenjang)

Pencemaran Sungai Batanghari yang memiliki panjang sekitar 800 kilometer (km) tersebut tidak hanya bersumber dari limbah cair pabrik karet, sawit, air raksa (merkuri) dari penambangan emas, perhotelan dan industri lain. Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera juga tercemar dari limbah padat atau sampah dari rumah tangga, pasar, pertanian dan pertokoan.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah setempat, para pemangku kepentingan serta komunitas peduli Sungai Batanghari untuk mencegah dan mengatasi pencemaran Sungai Batanghari selama ini. 

Beberapa waktu lalu jajaran TNI di Jambi dan komunitas masyarakat peduli Sungai Batanghari melakukan aksi bersih-bersih Sungai Batanghari. Maksudnya memberikan contoh kepada berbagai kalangan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan sungai tersebut.

Kebersihan Sungai Batanghari mendapat perhatian penting dari jajaran TNI dan para pemangku kepentingan (stakeholders) karena air Sungai Batanghari hingga kini masih menjadi bahan baku perusahaan air minum atau air bersih bagi masyarakat Jambi.

Kemudian Sungai Batanghari juga perlu terjamin kebersihannya karena sungai tersebut menjadi salah satu destinasi wisata di daerah itu. Namun respon beberapa kalangan pengusaha dan kelompok masyarakat menjaga kebersihan sungai yang membelah Kota Jambi itu masih tetap kurang.

Rendahnya kesadaran kalangan pengusaha dan sebagian warga masyarakat Jambi mencegah dan mengatasi pencemaran Sungai Batanghari tersebut tercermin dari masih banyaknya sampah yang mencemarai sungai tersebut. Banyaknya sampah yang mencemari Sungai Batanghari menunjukkan bahwa sungai tersebut hingga kini masih dijadikan sebagai “tong sampah” raksasa.

Kondisi tersebut sedikitnya bisa dilihat dari banyaknya sampah yang memenuhi Sungai Sijenjang, anak sungai Batanghari di Kota Jambi. Sungai yang dekat dengan markas Pertamina Jambi tersebut sudah bertahun-tahun dipenuhi sampah, termasuk sampah plastik. Kemudian limbah cair juga mencemari sungai itu, hingga air sungai berubah warna menjadi hitam pekat.

Gugah Kesadaran

Untuk menggugah kembali kesadaran masyarakat dan pengusaha di Jambi tentang pentingnya pelestarian Sungai Batanghari, Gubernur Jambi, Zumi Zola, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi dan berbagai kelompok masyarakat Jambi melakukan aksi bersih sungai di Sungai Tembuku Sijenjang, Jambi Timur, Kota Jambi baru-baru ini. Aksi pembersihan sungai itu dilaksanakan selama tiga hari, mulai Sabtu – Senin (10 – 12/12/2016).

Pembersihan sampah dari sungai itu diawali dari Sungai Sijenjang. Zumi Zola didampingi para kepala dinas instansi terkait di Jambi turun langsung ke sungai menggunakan perahu karet memungut sampah yang menumpuk di sungai tersebut.

Aksi bersih sungai hari pertama berhasil mengangkut puluhan ton tumpukan sampah yang memenuhi Sungai Tembuku Sijenjang. Dinas PU Provinsi Jambi sampai mengerahkan satu unit eskavator (alat berat) dan empat unit truk membersihkan sampah dari sungai itu. Aksi bersih sungai itu dilanjutkan Senin (12/12) ke kawasan pasar tradisional Angso Duo yang berada di tepi Sungai Batanghari dan ke kawasan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Zumi Zola pada kesempatan tersebut mengatakan, pencemaran Sungai Batanghari tidak bisa dibiarkan. Pencegahan dan penanggulangan pencemaran Sungai Batanghari perlu terus ditingkatkan agar sungai tersebut tetap lestari. Kelestarian Sungai Batanghari perlu dipertahankan karena sungai tersebut sejak dulu menjadi penopang kehidupan masyarakat Jambi.

Air Sungai Batanghari, lanjut Zumi Zola hingga kini menjadi bahan baku air bersih perusahaan air minum di Kota Jambi dan daerah kabupaten. Sungai Batanghari juga menjadi sumber air untuk irigasi pertanian. 

Kemudian Sungai Batanghari juga menjadi sumber penghidupan para petani ikan yang memiliki usaha keramba atau jaring apung dan kolam-kolam ikan di kawasan daerah aliran sungai (DAS). Selain itu Sungai Batanghari hingga kini masih menjadi jalur transportasi penting bagi warga masyarakat Jambi.

Dijelaskan, sejarah dan peradaban Provinsi Jambi tidak bisa dilepaskan dari sungai. Sungai bermanfaat sangat besar bagi masyarakat Jambi. 

Sungai Batanghari yang memiliki 21 anak sungai masih tetap memberikan penghidupan bagi masyarakat Jambi dan digunakan sebagai jalur transportasi. Karena itu saya menghimbau seluruh masyarakat Jambi untuk menjaga dan melestarikan sungai. Jangan lagi membuang limbah, sampah ke sungai demi menjaga kebersihan sungai.

"Sudah sama-sama kita saksikan, sangat banyak sampah di sungai ini, dan sampah itu bukan kemarin, tetapi mungkin sudah berbulan-bulan. Sungai harus kita bersihkan. Jangan jadikan sungai sebagai tempat sampah. Semua pihak harus berhenti membuang sampah di sungai. Jangan sampai sungai tidak bisa digunakan lagi. Ini tantangan bagi kita,"katanya.

Perlu Edukasi

Zumi Zola mengakui, tantangan terberat mencegah dan menanggulangi pencemaran Sungai Batanghari, yaitu mengedukasi atau memberikan pendidikan ataupun pembelajaran kepada masyarakat. Sangat sulit mengubah kebiasaan kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai jika tidak dilakukan penyuluhan mengenai bahaya pencemaran sungai.

Karena itu, jajaran dinas – instansi terkait harus bergandengan tangan dengan Komunitas Peduli Sungai Batanghari Jambi utuk senantiasa menggalakkan penyuluhan-penyuluhan dan aksi bersih sungai. Melalui pola edukasi dan aksi lapangan tersebut, masyarakat dan pengusaha akan semakin sadar betapa pentingnya pelestarian sungai. Dengan demikian pencemaran sungai dari limbah cair dan padat, khususnya sampah ke sungai di Jambi bisa dihilangkan.

"Saya harap Komunitas Peduli Sungai Batanghari Jambi ini semakiin mampu menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian sungai. Saya harap aksi bersih sungai yang kita lakukan ini berlanjut, bukan hanya dilakukan secara insidentil,”katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Dodi Irawan, mengatakan, aksi bersih sungai itu dilakukan bersama Komunitas Peduli Sungai Batanghari Jambi untuk menggugah perhatian dan kepedulian masyarakat Jambi terhadap kebersihan Sungai Batanghari. Semboyan bersih sungai yang kita usung, yakni “Sayangi Sungai Cintai Negeri”.

"Melalui aksi ini, kami memberi contoh sekaligus menghimbau masyarakat supaya tidak lagi membuang sampah di sungai. Masyarakat Jambi memiliki ketergantungan besar terhadap sungai. Jalur utama transportasinya dulu sungai. Kemudian sumber air bersih dan usaha perikanan juga dari sungai. Karena itu masyarakat Jambi harus menjaga dan melestarikan sungai sebagai sumber kehidupan,"katanya. (JP-03/SP)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos