Home » , » Sekat Kanal Kurang Ampuh Cegah Kebakaran Hutan

Sekat Kanal Kurang Ampuh Cegah Kebakaran Hutan

Written By jambipos-online on Wednesday, August 31, 2016 | 3:01 PM

Sekat kanal di lahan gambut di Tanjabtim, Jambi. Lee
Jambipos Online, Jambi-Pembuatan sekat kanal di lahan gambut dan pembuatan terasering atau sengkedan di lahan datar maupun miring, dinilai kurang ampuh mencegah kebakaran hutan dan lahan, jika kekeringan lahan sudah cukup lama. 

Api akan tetap merambat di lahan gambut yang telah dibuat sekat kanal jika air sudah kering dan tiupan angkin kencang. Kebakaran di lahan yang telah dibuat terasering juga akan cepat meluas akibat tiupan angin dan kekeringan yang sangat tinggi.
 
“Kalau kemarau sudah mencapai puncaknya, sehingga lahan sangat tinggi kering dan angin kencang, kebakaran hutan dan lahan sulit dikendalikan. Karena itu satu-satunya upaya efektif untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan hanya mencegah terjadinya kebakaran dalam kegiatan pembukaan maupun pembersihan lahan,” kata Koordinator Pengawasan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Kurniawan di Jambi, Selasa (30/8).

Menurut Kurniawan, pengalaman tahun lalu membuktikan bahwa pembangunan sekat kanal dan terasering di kawasan perkebunan di Jambi kurang ampuh mengendalikan kebakaran hutan dan lahan jika kemarau sudah mencapai puncaknya, hujan tidak turun-turun hingga sebulan penuh. 

Kebakaran di kawasan hutan dan lahan di Jambi biasanya cepat meluas pada puncak musim kemarau karena api menyebar melalui bara api yang terbang tertiup angin.

“Hutan dan lahan di Jambi yang terbakar pada puncak kemarau biasanya ceat meluas karena kayu-kayu kering yang terbakar menjadi arang diterbangkan angin hingga ratusan meter. Kondisi tersebut membuat bara api cepat menyebar melewati sekat kanal dan terasering. Jadi satu-satunya cara mencegah kebakaran hutan dan lahan hanya menghentikan kasus pembakaran hutan dan lahan,”katanya.

Sengaja Dibakar
 
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi sepekan terakhir diduga sengaja dibakar para petani untuk pembersihan dan pembukaan lahan. Hal itu terbukti dari kasus kebakaran lahan di beberapa lokasi di Kabupaten Bungo, Jambi.

Kepala Pemadam Kebakaran Kabupaten Bungo, Arpan Tuyani mengatakan, kebakaran lahan yang dipadamkan Tim Pemadam Kebakaran Bungo di Kecamatan Limbur dan Rimbo Tengah dua hari terakhir sengaja dibakar pemilik kebun.

“Kesengajaan pembakaran lahan tersebut terbukti dari kebakaran yang terjadi di lahan petani yang semak belukar dan pohon-pohonnya sudah ditebang. Kami sudah melaporkan kasus kebakaran lahan ini kepada pihak berwajib,”katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arief Munandar mengatakan, jumlah titik api di Provinsi Jambi cenderung bertambah menyusul tidak turunnya hujan di daerah itu sepekan terakhir. 

Berdasarkan pantauan satelit pemantau titik api, Terra dan Aqua, jumlah titik api di Provinsi Jambi hingga Senin (29/8) malam mencapai sembilan titik atau bertambah tiga titik dari jumlah titik api Minggu (28/8) sebanyak enam titik. Namun bertambahnya titik api di Jambi belum sampai menimbulkan asap hingga ke daerah perkotaan.

“Titik api yang terpantau di Jambi hingga Senin malam tersebar di Kabupaten Tanjunjabung Barat tiga titik, Bungo dua titik, Kerinci tiga titik dan di Merangin satu titik. Jumlah titik api tersebut bisa bertambah jika kemarau berlanjut dan pembakaran hutan dan lahan tidak dikendalikan sedini mungkin,” katanya.(JP-04)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos