Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Dua Desa di Batanghari Terisolir Karena Jalan Ambles Diterjang Banjir

Sungai Batanghari dilihat dari atas Jembatan Muarosabak. Foto Asenk Lee Saragih.
Jambipos Online, Jambi-Sedikitnya 100 keluarga warga Desa Tapasari dan Belantijaya, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi hingga Senin (14/3) masih terisolir menyusul amblesnya ruas jalan ke desa itu diterjang banjir bandang. Selain itu sebanyak puluhan 10 KK warga kedua desa yang terisolir tersebut mengungsi akibat rumah mereka rusak diterjang banjir bandang. Namun tidak ada kerban jiwa akibat banjir bandang tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Makmun di Batanghari, Senin, menjelaskan, ratusan keluarga yang berada di Desa Tapasari dan Belantijaya kesulitan membeli kebutuhan pokok ke pasar akibat kerusakan jalan ke desa mereka.

“Kendaraan roda dua tidak bisa lagi keluar masuk ke dua desa tersebut karena puluhan meter ruas jalan menuju desa mereka ambles diterjang banjir bandang Minggu (13/3). Untuk mengangkut kebutuhan pokok ke desa itu hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua melalui jalan setapak,”katanya.

Menurut Makmun, perbaikan jalan ke Desa Tapasari dan Belantijaya perlu segera dilakukan agar warga kedua desa jangan sampai krisis bahan makanan. Jalur utama ke luar masuk ke dua desa tersebut hanya melalui jalan yang kini sedang rusak. Jika kerusakan jalan tidak diperbaiki pengangkutan kebutuhan pokok ke dua desa tersebut tidak bisa dilakukan.

“Kalau hanya menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor, pengangkutan kebutuhan pokok ke dua desa sangat terbatas. Kondisi demikian bisa membuat warga di dua desa tersebut terancam kriri bahan makanan,”katanya.

Makmun mengatakan, untuk mencegah terjadinya krisis bahan makanan di dua desa yang terisolir di Batanghari itu, pihaknya sudah mendistribusikan bantuan beras, mi instan, ikan sarden dan berbagai kebutuhan lainnya. BPBD Batanghari juga menyiagakan beberapa petugas di dua desa itu mengantispasi terjadinya krisis bahan makanan, obat-obatan dan pelayanan kesehatan. (RSM-SP)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar