Home » , » Rekonstruksi Sulteng Dimulai

Rekonstruksi Sulteng Dimulai

Written By jambipos-online on Rabu, 03 Oktober 2018 | 06:29

Rekonstruksi Sulteng Dimulai.
Jambipos Online, Jakarta - Hanya beberapa hari pasca-bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah Jumat (28/9/2018) lalu, upaya rekonstruksi atau pembangunan kembali infrastruktur yang rusak sudah dimulai.

Fokus pemerintah adalah sarana prasarana yang paling dibutuhkan saat ini seperti telekomunikasi, tenaga listrik, dan sarana perhubungan termasuk bandara agar bantuan logistik bisa cepat dikirimkan.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, sampai Senin (1/10/2018) tiga operator seluler yang beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah -- Telkomsel, Indosat dan XL -- sudah dapat berfungsi 49 persen coverage atau sebanyak 1.728 base transceiver station (BTS).

Telkomsel bahkan mengatakan layanan di daerah bencana itu diharapkan bisa pulih 100% Senin (1/10/2018) ini.

"Target kita hari ini bisa 100 persen pulih. Sampai Minggu kemarin, sudah 70-80 persen yang pulih. Ada tujuh titik utama yang kemarin kita fokuskan, antara lain bandara, pelabuhan, rumah sakit, kantor TNI, dan posko-posko darurat. Semuanya sudah up per kemarin," kata Manager Media Relation Telkomsel, Singue Kilatmaka, di gedung Telkomsel, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Untuk memulihkan pasokan listrik seperti semula mungkin akan butuh waktu lebih lama. Presiden Joko Widodo mengatakan dari tujuh gardu listrik, baru dua yang berfungsi.

"Lima gardu ada masalah. Ini yang harus diselesaikan, tapi juga tidak bisa dalam waktu singkat. Kemarin kita perintahkan untuk didatangkan gardu mobile, sehingga itu bisa ditangani," kata Presiden di Jakarta, Senin (1/10).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan kapal pembangkit berkapasitas 125 megawatt (MW) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan dikerahkan ke Palu untuk membantu pasokan listrik selama dua bulan ke depan.

Selain itu, akan didatangkan 30 unit genset berkapasitas kecil untuk disebar di beberapa lokasi bencana.

Kondisi Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, masih bisa digunakan walau ada kerusakan sebagian di landasan pacu.

"Tapi kemarin (landasan pacu) bandara sudah bisa dipakai, meskipun baru 2.000 meter. Tapi ini segera dalam seminggu ini akan diselesaikan, sehingga normal kembali kehidupan sehari-hari masyarakat di sana," kata Presiden.

Terpisah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengakui Bandara Sis Al Jufri sempat terganggu oleh kedatangan ribuan warga yang berebut ingin naik pesawat, Namun, situasi sudah bisa dikendalikan dan pesawat sudah bisa kembali mendarat normal.

"Iya itu mau naik Hercules ada 3.000-5.000 orang tetapi sudah beres. Hercules sudah bisa terbang," kata Hadi di kantor Kemko Polhukam, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Warga yang berkumpul di bandara tersebut akan diangkut kapal laut keluar dari Palu.

"Saya sudah koordinasi dengan Bu Menteri BUMN, Pelni sudah di sana. Mereka diangkut keluar dari Palu," ujar Hadi.

Menurutnya, warga hanya ingin berebutan menggunakan pesawat, padahal ketika itu baru ada dua pesawat angkut jenis Hercules yang beroperasi. Prioritas diberikan kepada penumpang yang sakit, sementara yang lainnya akan diangkut kapal laut.

"Sudah beres, enggak ada masalah," tuturnya.

PT Pertamina telah mengirim ribuan liter bahan bakar jenis Solar dan Premium untuk menghidupkan genset-genset rumah sakit agar bisa kembali menangani pasien korban bencana. Solar juga dikirimkan untuk genset raksasa milik PLN di Donggala dan Palu agar pasokan listrik bisa dipulihkan.

“Kami mengupayakan seluruh pihak bisa mendapatkan pasokan solar, namun tetap prioritas pada layanan kemanusiaan, agar penanganan korban dan pemulihan pasca gempa teratasi,” kata Roby Hervindo, manajer komunikasi Pertamina Region VII.

Dua Pekan Bersihkan Puing
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono merinci empat hal utama yang menjadi tanggung jawabnya dan sudah mulai dikerjakan sejak hari Minggu (30/9/2018).

Pertama, evakuasi korban bencana dengan fokus di Balaroa dan Petobo, dua wilayah yang menderita kerusakan sangat parah akibat gempa bumi. Diperkirakan masih terdapat puluhan orang yang tertimbun di bawah reruntuhan.

Untuk itu akan dimobilisasi sembilan excavator di Petobo dan lima excavator di Balaroa yang berasal dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV dan kontraktor BUMN/swasta.

Kedua, penyediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi di sekitar 80 titik pengungsian dan permukiman padat penduduk. Sejak Minggu (30/9/2018) malam telah dimobilisasi tiga unit dump truck untuk mengangkut 15 hidran umum (HU) kapasitas 2000 liter/detik, juga dua mobile tanki air, 15 wc portable, dan 10 tenda darurat.

Ketiga, dalam rangka pembersihan kota, dimobilisasi tiga dump truck dan dua excavator. Kementerian PUPR bekerja sama dengan Pemerintah Kota mulai melakukan pembersihan puing-puing secara bertahap.

"Dalam dua minggu ke depan selambat-lambatnya, saya minta sudah selesai pembersihan kota," tegas Basuki.

Keempat, penyelesaian isu konektivitas untuk menjamin kelancaran arus logistik ke Kota Palu dari arah Makassar, Gorontalo dan Poso, seperti perbaikan dua jembatan yang rusak di Towalen dan di Toyobo.(*)

Sumber: SP

Share this article :

Posting Komentar