. Program OK OCE Berantakan Karena Tidak Matang | Jambipos
Home » , , » Program OK OCE Berantakan Karena Tidak Matang

Program OK OCE Berantakan Karena Tidak Matang

Written By jambipos-online on Jumat, 14 September 2018 | 08:31

ILUSTRASI-OK OC MART KITA BANYAK TUTUP.
Jambipos Online, Jakarta - Program OK OCE yang digagas oleh Mantan Wakil Gubernur DJI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno yang digadang-gadang melahirkan pengusaha baru, kini terbengkalai.

Sekretaris Fraksi Hanura DPRD DKI Veri Yonnevil menilai, program OK OCE dijanjikan permodalan, namun kenyataan tidak dibantu modal usaha. Program itu disebut tidak matang, dan berbeda apa yang disampaikan saat kampanye, karena untuk dapat modal tetap harus pinjam ke bank. 

Tak heran ratusan OK OCE Mart sudah tutup karena tidak diberikan modal pinjaman yang dijanjikan Sandiaga.  Sikap Sandiaga yang menyebut wajar jika ada yang tutup, merupakan cermin lepas tanggung jawab dari program yang ia usulkan.

Pengamat ekonomi dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menganggap apa yang digaungkan oleh Sandiaga semata sebatas janji semasa kampanye di Pilkada DKI 2017 silam saja, ketika sudah menjabat program usulan dia justru diserahkan ke orang lain. Tak heran program itu berantakan.

"OKE OCE ini janji Sandiaga sebelum menjabat sebagai gubernur. Mana bisa dia akan memenuhi janjinya di Pilpres jika janji di DKI Jakarta saja tidak dijalankan, tidak jelas," ujar Jerry, kepada media, Jumat  (14/9/2018).

Program OKE OCE yang gagal, lanjut dia, menjadi bukti bahwa Sandiaga cenderung tidak bisa mengelola antara apa yang dijanjikan dengan apa yang dikerjakan.  Menurut dia, kegagalan mengelola program OK OCE menjadi salah satu ciri kelemahan Sandiaga.  ?

Sementara, Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menyebut program OK OCE yang jadi andalan Pemprov DKI Jakarta era Anies Baswedan-Sandiaga Uno sekadar lips service.

"Jangan dididik-didik, dilatih-latih terus, itu memakan waktu. Kasih duitnya bagaimana perjanjian pengembaliannya agar kami bisa lebih berdaya. Saya katakan di media program OK OCE adalah program lips service," kata Bestari.

Program OK OCE, kata dia, pada awalnya ditujukan untuk menciptakan 200 ribu entrepreneur baru di Jakarta. Program itu pun dianggarkan Rp 98 miliar di APBD DKI 2018. 


"Memang betul dalam tahun ini ada 45 ribu orang mendaftar, yang difasilitasi dengan akses permodalan baru sekitar 300-an saja. Jauh dari panggang daripada api. Habislah nanti Rp 98 miliar itu untuk pekerjaan yang hampir boleh dikatakan sia-sia tadi," kata dia.

Masyarakat juga tidak pernah dapat akses permodalan, hanya pelatihan biasa. Padahal, untuk pelatihan, di era sebelumnya juga sudah sering dilaksanakan. Alhasil, tak ada yang baru di program OK OCE.(JP-Rel-release@newsletter.id)
Share this article :

Posting Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE

Dirgahayu RI Ke 76

Dirgahayu RI Ke 76
Dra Hj Elviana MSi

JAMBI MANTAP

Rasa Optimisme Pembangunan GKPS Tanah Kanaan Jambi Bersama St Radipoh Hasiholan Sinaga SH

Rasa Optimisme Pembangunan GKPS Tanah Kanaan Jambi Bersama St Radipoh Hasiholan Sinaga SH
KLIK Benner Untuk Beritanya

Sebesar Rp 211 Miliar Refokusing APBD Provinsi Jambi Seperti “Menggarami Laut”

Sebesar Rp 211 Miliar Refokusing APBD Provinsi Jambi Seperti “Menggarami Laut”
KLIK Benner Untuk Beritanya

Garis Tangan Ahmadi Zubir-Alvia Santoni Jadi Wali Kota dan Wali Kota Sungaipenuh

Garis Tangan Ahmadi Zubir-Alvia Santoni Jadi Wali Kota dan Wali Kota Sungaipenuh
Nyaris Gagal Maju Pilkada Karena Gerakan Rival Borong Partai
 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA