Home » , » Solar di Jalintim Sumatera Langka Diduga Ulah Spekulan

Solar di Jalintim Sumatera Langka Diduga Ulah Spekulan

Written By jambipos-online on Selasa, 15 Mei 2018 | 16:30

Jalur Lintas Timur Sumatera (Muarojambi). Dok Jampos
Kelangkaan BBM diduga dijual ke industri dan pengecer oleh spekulan.

Jambipos Online, Jambi- Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di jalan lintas timur (Jalintim) Sumatera wilayah perbatasan Provinsi Riau dan Jambi hingga Sabtu (12/5/2018) malam terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Kelangkaan BBM diduga dijual ke industri dan pengecer oleh spekulan.

Pantauan SP pada puluhan SPBU di Jalintim Sumatera mulai dari Sorek, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau hingga Merlung, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi, Sabtu (12/5/2018) siang hingga petang, persediaan solar tidak ada. Kelangkaan solar menyebabkan awak bus terpaksa membeli solar eceran di pinggir jalan dengan harga lebih mahal.

“Kami terpaksa membeli solar eceran di sekitar SPBU Jalintim, Merlung karena seluruh SPBU mulai dari Sorek, Indragiri Hilir, Riau hingga Merlung tidak ada persediaan solar. Harga solar eceran kami beli Rp 6.000 per liter, lebih mahal dari harga solar di SPBU sebesar Rp 5.150 per liter”, kata awak bus rute Medan, Sumatera Utara – Kota Jambi, John Sinaga kepada SP di Jambi.

Menurut John, kelangkaan solar di SPBU Jalintim Sumatera Riau – Jambi sudah sering terjadi. Kelangkaan diduga ulah spekulan memborong solar dan menjualnya kembali. Pembelian solar dalam jumlah banyak juga diduga dilakukan perusahaan industri perkebunan dan kehutanan. 

“Seharusnya pihak SPBU mengutamakan penjualan solar untuk kendaraan angkutan penumpang dulu. Setelah itu, kepada truk-truk pengangkut sawit dan kayu,”ujarnya.

Sementara seorang petugas SPBU Sorek, Indragiri Hilir, Riau, Ratih (30) mengatakan, kelangkaan solar di SPBU tersebut disebabkan keterlambatan pengiriman solar dari Pekanbaru, Riau. Persediaan cepat habis karena banyak truk membeli solar. “Kemudian warga yang membeli solar di SPBU juga terpaksa kami layani. Kalau tidak dilayani, warga sekitar bisa marah,” ujarnya.

Sementara pantauan SP di tiga SPBU di Jalintim Sumatera, Sengeti, Kabupaten Muarojambi, Jambi, Sabtu petang, puluhan truk pengangkut kayu dan sawit antre untuk mendapatkan solar. Antrean truk di tiga SPBU di Sengeti, Muarojambi cukup panjang hingga mencapai 500 meter karena truk tersebut menunggu pasokan solar ke SPBU.(JP-SP)

Share this article :

Posting Komentar