Home » , , , » Zola dan Kemeriahan Cap Go Meh di Kota Jambi

Zola dan Kemeriahan Cap Go Meh di Kota Jambi

Written By jambipos-online on Sabtu, 03 Maret 2018 | 16:22

Gubernur Jambi H Zumi Zola merayakan Cap Go Meh Jumat 2 Maret 2018 Malam.
Jambipos Online, Jambi-Arak-arakan dalam perayaan Cap Go Meh berlangsung meriah di Kota Jambi. Peserta mengitari sekitar Kelenteng Hok Kheng Tong, kemudian melalui kelenteng lain terdekat. Cap Go Meh dilaksanakan di Kelenteng Hok Kheng Tong pada Jumat, (2/3/2018) dan sejumlah Kelenteng dan Vihara di Kota Jambi. Sementara Gubernur Jambi H Zumi Zola merayakan Cap Go Meh di Klenteng Hok Kheng Tong di Kota Jambi. Tampak juga hadir Kapolda Jambi Brigjend Pol Drs Muchlis AS MH.

Penonton yang menyaksikan membeludak. Lokasi dalam kelenteng penuh sesak, masyarakat terlihat antusias menyaksikan atraksi. Saat hadiri Perayaan Cap Go Meh, Gubernur Zumi Zola mengapresiasinya atas peran seluruh masyarakat dalam menjaga kerukunan.

Tahun Baru Imlek nampaknya kurang meriah kalau nggak ada Cap Go Meh. Kebanyakan orang cuma tahu Cap Go Meh adalah perayaan yang dilakukan orang Tionghoa dua minggu setelah Tahun Baru Imlek. Ternyata Cap Go Meh bukan sekadar itu, karena Cap Go Meh juga punya makna.

Imlek biasanya dirayakan dengan sembahyang ke Klenteng, Vihara dan Juga Gereja untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru. Setelah itu, baru deh kumpul dan makan bersama keluarga. Sedangkan, ketika Cap Go Meh, orang-orang membawa persembahan dan sembahyang ke Klenteng untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan.

Kembangkan Seni Budaya Bangsa

Gubernur Jambi, H Zumi Zola juga minta komunitas Tionghoa yang ada di Provinsi Jambi mengembangkan seni dan budaya bangsa, serta mengembangkan ekonomi kreatif dan produk budaya memajukan dunia kepariwisataan di Provinsi Jambi. 

Zola menjelaskan, pelaksanaan perayaan Cap Go Meh ini menunjukkan bahwa toleransi dan sikap saling menghormati di antara pemeluk agama maupun budaya yang beragam di Provinsi Jambi telah berjalan dengan baik.

"Harapan kita semua semoga suasana kondusif ini dapat terus dijaga karena merupakan modal yang sangat penting untuk melanjutkan karya kita, guna mewujudkan Jambi TUNTAS 2021, yaitu Jambi yang Tertib Unggul Nyaman Tangguh Adil dan Sejahtera," ujar Zola.

Pada kesempatan ini, Zola berpesan agar semua pihak terus memperkokoh kebersamaan dan persatuan dengan cara saling menyayangi, saling hormat menghormati termasuk menghormati perbedaan dan tolong menolong dalam kesetiakawanan yang tinggi, mana yang kuat membantu yang lemah, yang kaya membantu yang miskin, dan yang maju membantu yang belum maju.

"Saya juga mengajak saudara-saudara sekalian komunitas Tionghoa untuk terus mengembangkan seni dan budaya bangsa dimana negeri kita adalah negeri yang indah, negeri yang memiliki seni budaya tinggi dan jangan kita sia-siakan untuk kita jadikan keunggulan menjadi daya saing membangun ekonomi kita, meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju masa depan yang lebih baik," jelas Zola..

Zola mengajak seluruh masyarakat komunitas Tionghoa untuk memperhatikan agenda pemilihan umum yang akan segera berlangsung, dimulai dari pemilihan kepala daerah termasuk di Kota Jambi, pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden. Zola mengungkapkan bahwa pemilihan umum mempunyai arti penting dan strategis bagi masyarakat Indonesia.

"Untuk itu, dalam rangka mengembangkan kehidupan demokrasi ini saya mengajak seluruh saudara-saudara komunitas Tionghoa di Kota Jambi mengambil peran sebagai perekat bangsa di antara berbagai kelompok yang berkompetisi dalam pemilihan umum. Disamping itu, saya juga berharap saudara-saudara komunitas Tionghoa dapat memberikan kontribusi yang positif bagi terlaksananya pemilihan umum yang berkualitas," tutur Zola. 

Makna Cap Go Meh

Ada empat Klenteng bekerja sama dalam perayaan Cap Go Meh di Jambi, yaitu dari Klenteng MAKIN Hok Kheng Tong, Klenteng MAKIN Leng Chun Keng, Klenteng MAKIN Sai Che Tien dan Klenteng Tiong Gie Thong.

Perayaan malam Cap Go Meh Jumat2 Maret 2018, diadakan karnaval arak-arakan dari masing-masing Klenteng menuju pusat perayaan Cap Go Meh. Arak-arakan terdiri dari bendera para suci sen ren (dewa), barongsai, kursi tandu dan atraksi tatung melompati kobaran api. 

Hampir setiap Klenteng mengarak dewa dan dewi utamanya. Seperti klenteng MAKIN Hok Kheng Tong sen ren (dewa), Cheng Cui Co She, Klenteng MAKIN Leng Chun Keng sen ren (dewa), Sun Ping Sing He, K klenteng MAKIN Sai Che Tien sen ren (dewa), Hok Hie Tee Sien dan Klenteng Tiong Gi Tong sen ren (dewa), Kwan Seng Tai Te (Kong). Karnaval ini dimula Pukul 17.30 WIB dari persiapan masing-masing Klenteng.

Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). 

Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari. disebut Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan. Perayaan Cap Go Meh dilakukan untuk memberi penghormatan terhadap para suci sen ren/ sen ming.

Apresiasi

Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA mengapresiasi peran seluruh masyarakat Provinsi Jambi, dari semua kalangan dan elemen dalam menjaga kerukunan Provinsi Jambi. Hal itu dinyatakan Zumi Zola saat menghadiri Perayaan Cap Go Meh Tahun 2569, Jumat (2/3/2018) malam.

Zola mengapresiasi seluruh masyarakat yang menjaga suasana kondusif di Provinsi Jambi, mewujudkan kerukunan dan perdamaian. Persatuan dan kebersamaan itu sangat baik dan menjadi modal penting dalam pembangunan, sembari menghimbau masyarakat Provinsi Jambi untuk senantiasa menjaga dan memelihara persatuan dan kebersamaan.

Sementara Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Provinsi Jambi, Johan Taslim menyampaikan, tahun ini dihadirkan pendidikan Agama Konghucu yang ditujukakan menjadi kaderisasi, dengan jumlah siswa 80 orang, yang diharapkan melahirkan cendikiawan Konghucu, yang berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Selanjutnya, Johan Taslim menghimbau seluruh umat Konghucu untuk bersatu dalam pembauran, tanpa membedakan suku, agama, dan antar golongan untuk kemajuan Provinsi Jambi. (JP-Lee)


















Share this article :

Posting Komentar