Jambipos Online, Jambi-Semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam membangun lingkungan tempat tinggal. Hal itu terlihat dari aksi swadaya jasa warga RT 15, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, yang bergotong royong melakukan pengecoran jalan lingkungan, Minggu (18/10/2026).
Perbaikan jalan tersebut menjadi inisiatif warga untuk membenahi infrastruktur dasar di lingkungan mereka yang dananya dari program Jambi Bahagia 2026. Tidak sekadar memperbaiki akses jalan, kegiatan ini juga mencerminkan kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Ketua RT 15 Kelurahan Kebun Handil, Dr Budi Prasetyanto HS MPd, turut mengoordinasikan pelaksanaan pekerjaan bersama warga. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat bergotong royong mengerjakan pengecoran jalan yang pada tahap pertama ditargetkan sepanjang 50 meter.
Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya warga menanggapi kebutuhan infrastruktur di lingkungan RT 15. Dari sekitar 200 meter jalan lingkungan yang membutuhkan perbaikan, pengerjaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kesepakatan warga.
Bagi masyarakat setempat, kondisi jalan lingkungan merupakan persoalan mendasar yang berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari. Jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan permukiman.
Berangkat dari Aspirasi 110 Kepala Keluarga
Inisiatif pengecoran jalan tersebut berangkat dari aspirasi sekitar 110 kepala keluarga (KK) di RT 15. Dalam pembahasan kebutuhan lingkungan, warga mengidentifikasi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari infrastruktur, kebersihan lingkungan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
Selain jalan lingkungan, drainase sepanjang kurang lebih 100 meter juga menjadi salah satu kebutuhan yang memerlukan penanganan. Kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan dinilai perlu dibenahi untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta mengurangi risiko genangan air.
Pemetaan kebutuhan tersebut menjadi dasar bagi warga dalam menentukan prioritas pembangunan. Perbaikan jalan melalui pengecoran dipilih sebagai langkah awal, sementara kebutuhan lainnya diharapkan dapat ditangani secara bertahap.
Di tengah berbagai keterbatasan, warga tidak semata-mata menunggu pembangunan dari pemerintah. Mereka mulai mengambil peran melalui kegiatan swadaya, dengan mengandalkan partisipasi dan semangat gotong royong untuk mewujudkan perubahan nyata di lingkungan sendiri.
Gotong Royong sebagai Modal Pembangunan
Kegiatan warga RT 15 Kebun Handil menunjukkan bahwa pembangunan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari proyek berskala besar. Inisiatif masyarakat di tingkat rukun tetangga dapat menjadi langkah awal untuk menjawab persoalan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kerja bersama, warga tidak hanya berupaya memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Partisipasi tersebut menjadi modal sosial penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan menumbuhkan kepedulian antarsesama.
Semangat ini sejalan dengan nilai yang ingin diwujudkan melalui Program Jambi Bahagia, yakni peningkatan kualitas hidup masyarakat dan terciptanya lingkungan yang lebih baik. Dalam konteks tersebut, partisipasi warga menjadi unsur penting agar pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga tumbuh dari kebutuhan dan prakarsa masyarakat.
Meski demikian, persoalan jalan dan drainase yang masih membutuhkan penanganan menunjukkan bahwa upaya swadaya tetap perlu berjalan beriringan dengan dukungan dan kolaborasi pemerintah. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
Pembangunan Dimulai dari Lingkungan Sendiri
Perbaikan jalan secara swadaya di RT 15 Kebun Handil menjadi gambaran bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkup terkecil masyarakat. Ketika kebutuhan dipetakan bersama dan warga bersedia terlibat aktif, persoalan lingkungan memiliki peluang lebih besar untuk ditangani secara terarah.
Pengecoran jalan sepanjang 50 meter pada tahap pertama memang belum menyelesaikan seluruh kebutuhan infrastruktur di wilayah tersebut. Namun, langkah ini menjadi awal dari upaya pembenahan jalan lingkungan yang secara keseluruhan mencapai sekitar 200 meter.
Ke depan, semangat kebersamaan yang telah tumbuh diharapkan terus terjaga, sehingga perbaikan jalan dan penanganan kebutuhan lingkungan lainnya dapat dilanjutkan sesuai prioritas.
Bagi warga RT 15, gotong royong bukan sekadar cara menyelesaikan pekerjaan, melainkan wujud kepedulian bersama untuk membangun lingkungan yang lebih baik. Dari tingkat RT, partisipasi masyarakat seperti inilah yang dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya pembangunan Kota Jambi yang lebih inklusif, nyaman, dan sejahtera. (JPO-AsenkLeeSaragih)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
0 Komentar
Komentar Dilarang Melanggar UU ITE